Himi Miya Jelly Gouache
College,  Life

6 Hal yang Gue Lakukan Setelah Ujian Online Selesai

Halo, apa kabar? Semoga kalian semua tetap sehat di tengah pandemi corona ini ya. Rasanya cukup aneh ketika kita lagi antusias menyambut tahun baru, eh yang mampir malah corona. Terus sejak saat itu juga semua kegiatan kita beralih metode jadi kerja dari rumah dan tatap muka via daring. Sama kayak kuliah dan ujian gue juga. Gue harus menjalani ujian online penuh perjuangan beberapa minggu yang lalu wkwkwk.

Sebelumnya, gimana puasa kalian? Belum ada yang bolong kan? Kalau sudah baligh, sehat, dan kuat berpuasa jangan bolong-bolong ya! Oh ya, mohon maaf lahir dan batin. Maafin kalau Yasyfin ada salah ke kalian dan jarang update blog ya.

Jadi Ujian Tengah Semester (UTS) ini selesai minggu lalu. Ujiannya bikin kepala pusing dan hati jedag-jedug karena sistem ujiannya online, temen-temen. Ditambah hampir semua ujian yang ada berupa paper dan project (Cerpen dan naskah drama) dengan tenggat waktu satu minggu dan jarak antar ujian cuma beda satu hari. Pokoknya mesti pinter-pinter atur waktu deh. Sampe-sampe, walaupun ujiannya sudah selesai, eksimnya masih ketinggalan di kulit karena stress.

MAKA DARI ITU (ceritanya lagi semangat menggebu-gebu), setelah selesai ujian gue langsung ngerjain hal-hal yang gue suka supaya fun meter gue penuh lagi. Hehe fun meter, udah kayak The Sims aja ya?

Apa Saja Hal yang Gue Lakukan Setelah Ujian Online?

1. Mencoba Melukis Menggunakan Media Gouache

Ini pertama kalinya gue melukis dengan gouache. Brand yang gue punya adalah Miya Himi Gouache 18 colors (Ini tuh hadiah ulang tahun, guys). Kalau nggak salah, merek ini lagi hangat banget dibicarakan di kalangan ilustrator dan seniman di Youtube.

Gue beli di Shopee primeartncraft, temen-temen. Silahkan klik link-nya untuk langsung cek tokonya. Tenang aja, link di atas bukan affiliate link, yang artinya gue nggak akan terima uang kalau kalian akses tautannya. Art supplies di toko ini tuh murah banget, banget, banget dibanding di toko lain. Pengirimannya juga secepat kilat. Pokoknya kalau kalian lagi mengincar peralatan seni, atau mungkin memang mengincar gouache-nya Himi, kalian bisa langsung beli di toko ini.

Si Miya Himi Gouache ini teksturnya persis kayak selai waktu pertama kali dibuka. Gue langsung ngiler liatnya. Apalagi yang warna cokelat mirip banget sama Nutella hahaha. Gue masih belum bisa ngendaliin gouache ini dengan baik sih. Mungkin kuas yang gue pake untuk melukis juga kurang cocok. Waktu itu gue pake kuas akrilik. Bener nggak ya itu?

Seperti yang terpampang di featured image blog post, ini dia hasil karya pertama gue dengan gantungan kunci Pusheen sebagai objeknya. Cukup disayangkan karena gue tambah garis abu-abu gelap di dalam si Pusheen untuk mewakilkan jahitan di objek aslinya. Tapi, bukannya imut malah jadi gagal wkwk.

Himi Miya Jelly Gouache

2. Main Piano

Gue juga langsung main piano setelah ujian selesai. Kangen banget rasanya duduk di depan piano dan melantunkan lagu-lagu yang biasa gue mainin. Piano adalah salah alat musik yang gue mainin kalau lagi pusing sama urusan perkuliahan. Kalau udah main satu sampai tiga lagu semua beban yang ada di kepala langsung hilang— plong, gitu.

3. Main Hago

Gue juga main banyak game di Hago bareng temen gue. Hago is a new thing for me, actually. Dulu gue nggak tahu kalau ada aplikasi main game bareng temen yang satu ini. So, ya. My friend introduced this game to me… months ago? Atau baru sebulan yang lalu ya? Hehe (Dia lupa).

Game-game di Hago hampir semuanya seru. Akhir-akhir ini gue lagi tertarik main Hexagon. Ada yang tau? Kalian bisa cek sendiri gamenya kalau belum tahu. Walaupun lebih sering kalah daripada menang, gue tetep suka main game yang satu ini. Kunci menangnya Yasyfin sebenernya gampang sih. Satu aja, jangan diajak ngobrol pas lagi main. Gue jauh lebih fokus main Hexagon kalau ada di situasi yang tenang dan hening soalnya. Tapi, gimana ya, namanya ada fasilitas buat ngobrol, ya jadi ngobrol mainnya.

Sejujurnya gue nggak inget kapan terakhir kali main Hago. Rasanya waktu masih ujian gue pernah main Hago sekali saking pusingnya kepala gue. Tapi, setelah ujian feel-nya beda dong. Jadi, main lagi deh wkwk. Cuma ya gitu, kalau keseringan kalah kan jadi kesel ya bawaannya, hahaha.

4. Gambar Secara Digital

Jadi, Yasyfin tuh memang nggak jago gambar secara digital. Tapi, awal tahun ini dia memberanikan diri untuk mencoba, dan akhirnya berhasil buat satu gambar. Satu. Sebuah pencapaian banget nggak sih? Wkwk.

Akhirnya, setelah selesai ujian online, gue nyoba menggambar lagi. Baru sketsa kasarnya aja, temen-temen. Tapi, gue kurang puas karena gue menggambar hal yang nggak ada di goal gue (Buat sticker). Padahal gue mau menggambar hal-hal yang imut dan simpel. Eh, malah buat sketsa untuk gambar yang cukup rumit. Aduh…

5. Nonton Film-Film Studio Ghibli

Ada dua film yang gue tonton.

1. Whisper of the Heart (1995)

Whisper of the Heart menceritakan kisah Shizuku Tsukishima, gadis berusia 14 tahun, yang senang membaca buku. Suatu sore dia menyadari bahwa nama Seiji Amasawa terdapat di balik semua buku yang dia pinjam. Semenjak itu, dia mulai mencari tahu siapakah Seiji Amasawa sebenarnya.

Film ini sebenernya gue tonton dua hari sebelum ujian online selesai hehe. setengahnya dilanjutin pas ujian selesai.

Dari judulnya ketebak dong ya kalau anime ini menceritakan hati nurani tokoh-tokoh utama di filmnya. Yang nggak habis pikir menurut gue Seiji Amasawa dan Shizuku Tsukishima ini jodoh banget. Mereka dari awal ketemu tuh kayak dipertemukan oleh takdir. Gue bingung kenapa matanya si Shizuku bisa langsung terpaku ke nama Seiji padahal ada banyak nama yang sama di setiap buku. Ajaib banget.

2. From up on Poppy Hill (2011)

Sedangkan From up on Poppy Hill menceritakan kisah Umi Matsuzaki yang selalu mengibarkan bendera setiap pagi. Suatu hari dia membaca puisi tentang dirinya yang dibuat secara rahasia oleh Shun Kazama di koran sekolah. Keduanya mulai berteman dan bermimpi untuk memulihkan club house sekolah yang akan digusur.

Menurut gue film yang satu ini nggak kalah keren dari Whisper of the Heart. Latar ceritanya bertempat di Jepang pada tahun 1963. Cukup jadul ya wkwk. Gue kurang paham alur ceritanya di tiga puluh menit pertama. Tapi, seiring konfliknya memanas, gue semakin mengerti pesan dari cerita ini.

Pertemuan Umi dan Shun disini juga menarik banget. Sama kayak Whisper of the Heart, mereka berdua itu jodoh banget menurut gue. mereka berdua punya hubungan latar belakang yang saling terkait tanpa mereka sadari. Plot Twist film ini cukup bikin gue lemes dan hampir nangis. Tapi, akhirannya sesuai ekspektasi gue. Worth it sekali untuk ditonton. Pasti bakal re-watch.

6. Main Rune Factory 4 Special di Nintendo Switch

Nintendo Switch Rune Factory 4 Special

Yang terakhir gue main Rune Factory 4 Special. Yang lagi hype memang Animal Crossing New Horizons, tapi gue beli game ini karena ini adalah game yang gue tunggu sejak tahun lalu. Gue suka banget main seri game ini dari jaman masih SMP.

Game ini gabungan game dating sim, live sim, bertani dan berkebun, mengurus monster peliharaan, dan juga berantem lawan monster liar di hutan (Disebut di dalem game kalau semua monster yang kita lawan akan kembali ke dunia monster, bukan mati).

Mirip Harvest Moon, karakter kita bisa pilih pasangan hidup dengan memberi orang ditaksir dengan hal-hal yang mereka sukai. Masalahnya ya, masalahnya… Semua cowo yang available di game ini imut semua. Nggak ada yang keren huhu. Gue masih nunggu dua karakter cowo lagi yang belum gue unlock. Kalau kepribadian dan sifatnya oke, gue bakal incer mereka— uhuk.

Nah, sekian blog post hari ini. Itu dia hal-hal yang langsung gue lakukan setelah ujian online berakhir. Gue bersyukur banget dapet satu hari untuk istirahat sejenak. Bisa kalian lihat, gue bener-bener manfaatin hari libur yang ada untuk melakukan semua hal yang gue suka.

Huaaa, nggak terasa gue udah cerita panjang lebar. Makasih banyak udah baca postingan hari ini sampai selesai. Kedepannya masih ada banya cerita yang ingin gue bagi bersama kalian. Jadi, Subscribe Kalopsia Cloud dengan cara mendaftarkan alamat email kalian di subscription box di blog ini untuk mengikuti update-an terbaru ya!

Apa ada yang sadar kalau gue nulis pake Bahasa Indonesia di postingan kali ini?