Update goal bulan juni: berhasil atau gagal?
Life

Update Goal Bulan Juni: Apakah Berhasil atau Gagal?

Di bulan Mei, saya membuat goals untuk bulan Juni, dan rasanya kurang pas kalau saya nggak kasih kabar terbaru/update goal bulan Juni kemarin. So, postingan ini akan didedikasikan untuk menceritakan hasil goal bulan lalu. I know, saya telat banget nyeritain ini di akhir bulan Juli, mohon maklum ya.

Sedikit refreshing tentang goal bulan lalu. Bulan kemarin, goal saya meliputi urusan kuliah, ngeblog, baca buku, dan belajar bahasa baru, seperti yang ada di post ini: Goal Bulan Juni 2020.

Untuk urusan perkuliahan, saya membuat obyektif mengenai deadline presentasi dan proyek-proyek. Pokoknya semua tugas harus selesai dua minggu sebelum Hari-H. Lalu, untuk blogging, target saya adalah publish tiga postingan. Target selanjutnya adalah membaca satu buku hingga tamat. Dan terakhir, untuk obyektif belajar bahasa baru, saya membuat target untuk menghafal seribu kosakata bahasa Itali sampai akhir bulan Juni.

Jadi, apakah semua target terpenuhi? Hmm, hampir semuanya gagal total, temen-temen wkwk. Dari semua goals yang saya buat, cuma satu yang berhasil saya capai. Itu pun nggak semulus yang saya bayangin.

Yuk, langsung cek aja!

Update Goals Bulan Juni

1. Kuliah

Saya berhasil nyelesain semua presentasi dan proyek-proyek dua minggu sebelum waktu pengumpulannya. Nggak kebayang deh ribetnya kalau minggu ujian udah mulai, dan saya belum selesain semua tugas.

FYI ujian saya memakan waktu tiga minggu. Supaya semuanya selesai tepat waktu, saya buat jadwal ngerjain semua paper ujian di Google Calendar. Yang artinya, saya akan menerima notifikasi melalui PC dan smartphone. Jadi saya nggak perlu cek planner berulang kali. Terus, dengan menulis jadwal di Google Calendar, saya bisa melihat gambaran besar dari semua jadwal saya (plus, gampang diedit juga).

Sayangnya, saya kurang persiapan di salah satu mata kuliah dengan SKS yang terbilang besar. Ternyata tugas akhir semester yang diberikan sang dosen lumayan berbobot kuantitasnya. Alhasil, H-3 menuju ujian pertama saya isi mengerjakan tugas itu, dan ujung-ujungnya semua jadwal yang udah saya buat ikut mundur juga wkwkwk.

Alhamdulillah, walaupun dikejar-kejar deadline dan ketemu kendala selama ngerjain ujian, saya mencapai target tahunan yang saya buat di awal tahun ini. Target tahunan tersebut adalah untuk mencapai nilai A di matkul-matkul semester ini.

2. Blog

Nah, untuk update goal bulan Juni yang selanjutnya, saya buat obyektif untuk publish tiga postingan. Tapi, sayangnya saya nggak bisa memenuhi target tersebut. Ini bikin saya sedikit tertekan karena sebenernya daftar konten untuk ditulisnya tuh udah ada. Sayangnya saya nggak punya waktu yang banyak karena, balik lagi, prioritas saya adalah menyelesaikan projects ujian dan presentasi.

Jadi, waktu itu saya sedikit perang sama diri sendiri. Debatnya antara nulis blog terus nelantarin tugas-tugas dalam waktu satu atau dua minggu. Atau kerjain tugas sambil ngeblog. Ternyata saya nggak bisa ngerjain dua-duanya di saat yang bersama. Alhasil, saya mesti relain target yang satu ini dan hanya publish satu post.

3. Buku

Bulan lalu saya baca Wrath of the Storm karya Jennifer A. Nielsen. Novel ini adalah seri ketiga dari trilogi Perang Praetor atau The Praetor War. Untuk namatin novel yang berjumlah 376 halaman dalam waktu satu bulan, saya berkomitmen untuk baca 20 halaman setiap hari.

Untuk memastikan nggak lupa baca buku, saya buat kalender kecil yang saya tulis di atas kertas sticky notes. Terus, saya tempel ke halaman paling depan buku planner. Setiap hari saya akan coret tanggalnya. Jadi, sistem ini semacam habit tracker khusus gitu. Tujuannya memang untuk membentuk kebiasaan baru. Setelah baca 20 halaman, saya akan catat waktu dan tanggalnya di buku jurnal, sebagai report untuk diri sendiri.

Awalnya saya stick to the plan, yaitu baca 20 halaman. Tapi, lagi, karena mulai ujian, saya berhenti baca. Jadi terakhir saya baca novel itu tanggal 16 Juni jam setengah tujuh pagi. Terkahir baca di halaman 219. Sisa novelnya saya tamatkan sebelum menulis post ini hehehe.

4. Belajar Bahasa

Goal terakhir adalah menghafalkan 1000 kosakata bahasa Itali dalam waktu satu bulan. Ini ide gila lainnya hahaha. Sama kayak saya yang kepedean mau nulis tiga postigan, saya pikir goal ini realistis wkwkwk. Nyatanya saya cuma bisa hafalin 503 kosakata, huft.

Sistem mencapai targetnya sama seperti sistem baca novel: buat kalender kecil dan ditempel di halaman pertama buku planner. Tapi, setiap pencapaian target kosakata nggak saya catet di buku Jurnal, nggak kayak pas baca novel.

Kali ini, saya tulis 34 kosakata setiap harinya. Kosakata-kosakata tersebut di tulis dua kali dan di tempel di depan kaca dan di peg board. Dengan nempelin daftar kosakata di beberapa titik di kamar, saya jadi lebih mudah menghafal. Beberapa kali mondar-mandi kamar dijamin langsung inget.

Sayangnya, 1000 kosakata bikin pikiran saya nggak tenang lagi hehehe. Apalagi pas saya miss hafalan di tanggal 5, 6, dan 14 Juni. Saya jadi harus kejar ketinggalan saya untuk memenuhi target. Dan akhirnya tanggal 18 saya pasrah. I had to let this goal go because of my final exams. Memang ternyata dari awal prioritas saya ya kuliah hahaaha. It’s okay, though. Saya bisa lanjutin goal ini di bulan lain kan hehe.

Hal-Hal yang saya Pelajari dari Membuat Goal Bulanan

Nah, itu dia update goal bulan Juni kemarin, temen-temen. Setelah mempublikasikan goal bulan kemarin di blog ini, saya belajar banyak hal.

Pertama, mempublikasikan goal ke publik nggak bikin saya menyerah di tengah jalan. Justru sebaliknya, saya sangat termotivasi untuk meraih semua target yang saya buat.

Kedua, goal yang saya buat nggak realistis. Nah, ini dia alasan utama kenapa saya bisa gagal. Hafalin 1000 Kosakata dan nulis tiga post ketika saya sendiri ngesot-ngesot ngerjain tugas dan ujian!? Padahal dari awal prioritas saya kan kuliah, huhuhu.

Ketiga, buat goal harus liat sikon dan prioritas kita saat itu. Ini berhubungan sama point kedua. Kalau saya perhatiin kondisi saya saat itu, pasti saya bisa buat goal yang masuk akal dan lebih terjangkau. Pertanyaan yang tepat untuk saya ajukan ke diri sendiri adalah:

  • Sesibuk apa jadwal saya bulan ini/bulan depan?
  • Kalau saya buat goals sebanyak ini apakah akan mengganggu jadwal saya?
  • Apa prioritas saya?
  • Apakah goal yang saya buat sudah sejalan dengan prioritas saya?

Keempat, membuat goal, baik goal tahunan, bulanan, atau mingguan membuat hidup kita jadi lebih berwarna. Dengan membuat target kecil untuk dicapai, kita punya tujuan dalam hidup. So, ini sedikit tips buat temen-temen yang bosen duduk di rumah, coba deh buat goal simple dan jadikan aktivitas untuk mencapai target tersebut sebagai kebiasaan baru.

Jadi, itu dia update pencapaian goal bulan Juni-nya ya, temen-temen. Cuma satu dari empat goal yang bisa saya capai. Tapi, saya belajar banyak tentang membuat goal dari pengalaman saya sendiri.

Menurut pendapat kalian lebih oke yang mana: Bikin target tinggi-tinggi atau bikin target yang sesuai kemampuan kalian? Ayo bagi jawaban dan alasan kalian di kolom komentar di bawah ini ya!

Subscribe to Kalopsia Cloud

Jangan lupa subscribe ke blog ini ya! Kalian bisa daftarin alamat email kalian di kolom subscription yang ada di bawah ini atau di bagian samping blog. Selanjutnya, kalian akan menerima email konfirmasi dari Kalopsia Cloud dan tinggal klik “confirm follow“. Selesai deh! Nantinya kalian akan mendapat email notifikasi setiap kali saya publish postingan terbaru. Terima kasih ya temen-temen.